Bougenville

jurnal

Bougenville

Teruntuk seseorang yang masih spesial.

Aku mungkin seharusnya tidak terlalu bersedih ketika semua ini kemudian terjadi. Apa-apa yang ada dulu, sekarang tidak ada lagi. Aku harus sadar bahwasannya akar harus tetap mengakar sekalipun setengah dari pohon sudah tertebas. Daun, ranting, dan dahan harus tetap menghijau dan merangsak sekalipun tanpa batang dan akar. Sekarang masing-masing harus menghidupi sendiri masing-masing. Mencari penghidupan dari apa yang tersisa. Tidak ada lagi butuh membutuhkan, bukan karena memang tidak butuh, melainkan memang seharusnya demikian, totipotensi.

Kita sudah semestinya berkembang sejalan dengan umur yang semakin dewasa. Keadaan yang berubah karena proses ini tidak seharusnya disalahkan. Proses ini harus dipahami dengan baik oleh kita sendiri dan orang-orang di sekitar kita supaya kita dan mereka terjadi simbiosis yang saling menguntungkan.

Bougenville. Tumbuhan ini banyak varietas spatha bunganya. Warnanya beragam dan beberapa bahkan ada yang bercorak. Sekarang spatha merah muda bougenville yang ada di halaman rumah berubah menjadi berwarna putih. Pemiliknya sedang menyimpan rindu kepada seseorang.

“Berubahlah sesukamu. Jadilah bougenville yang lebih indah. Aku akan tetap menempatkanmu sama seperti pertama aku menanammu di halaman rumahku.”