Salim Romadhon

Pindah ke Mecha CMS

CMS super simpel untuk ngeblog.

Mecha CMS
Logo Mecha CMS

Sekitar tiga tahun lamanya saya memakai Kirby CMS untuk menjalankan blog ini. Saya suka Kirby. Simpel.

Sayangnya secara bawaan Kirby tidak punya fitur komentar. Sebenarnya bisa saya buat sendiri, tapi belum ada waktu. Saya sebenarnya juga bisa memanfaatkan fitur komentar sematan dari pihak ketiga seperti Facebook atau Disqus. Tapi saya tidak suka fitur komentar sematan.

Alhasil saya pindah ke WordPress. Bertahan dua bulan dengan WordPress, saya memutuskan pindah ke Mecha CMS. Sudah punya fitur komentar bawaan.

Mengapa Mecha?

Simpel

Dengan Mecha, semua data yang disimpan hanya berupa berkas dan folder. Sesimpel Kirby, tanpa basis data. Saya menyukai cara ini karena saya tidak wajib membuka antarmuka CMS (yang di WordPress hanya bisa dilakukan saat daring) untuk mengelola data di blog.

Data yang disimpan dalam bentuk berkas dan folder memungkinkan saya untuk mengelolanya secara luring di komputer saya via pengelola berkas sesuka hati. Memindahkan berkas-berkas hanya dengan salin/potong lalu tempel ke folder yang diinginkan.

Selain itu, model penyimpanan berkas dan folder seperti ini juga relatif lebih aman daripada model basis data.

Berikut gambaran struktur berkas dan folder di Mecha.

.\
└─ lot\
    ├─ asset\
    |  ├─ gif\
    |  ├─ jpg\
    |  └─ png\
    ├─ page\
    |  ├─ jurnal\
    |  |  ├─ kebahagiaan-berdonasi.page
    |  |  ├─ menjadi-minimalis.page
    |  |  ├─ pindah-ke-mecha.page
    …  …  …

Apabila saya terhubung dengan internet, maka saya tinggal menjalankan perintah Git untuk mengunggah data tersebut termasuk segala perubahannya ke blog ini.

$ git push hosting master

Sebagai cadangan, Anda juga bisa menambahkan remote Git untuk mengunggah blog Anda ke tempat yang lain, Github misalnya.

Simpelnya Mecha membuat saya dapat menyimpan berbagai jenis catatan di blog ini dengan mudah—yang kebanyakan tidak saya publikasikan. Saya sembunyikan saja di blog ini. 😄

Ringkas

Saat memakai WordPress, saya ingin blog ini agar tetap aman. Untuk itu saya memasang beberapa lapis keamanan. Mudah memang untuk melakukannya. Tinggal atur beberapa sandi sekuat mungkin, pasang plugin keamanan, dan pasang plugin untuk pencadangan ke Google Drive untuk jaga-jaga. Selesai.

Sayangnya, instalasi WordPress itu ternyata menjadi bengkak. Jauh lebih besar dibandingkan instalasi Kirby saya sebelumnya. Sampai lima kali lipat! Kirby hanya ~25 MB dan WordPress ~120 MB. Keduanya sudah termasuk data di dalamnya. Banyak fitur yang tidak saya butuhkan namun terlanjur melekat di WordPress. Tidak bisa dieliminasi. Dan saya merasa tidak nyaman dengan itu.

Saya ingin CMS yang tidak berlebihan. Ringkas. Memiliki fitur cukup seperlunya untuk ngeblog. Saya tidak ingin fitur yang banyak dan tidak pernah saya pakai. Saya tidak ingin tumpukan data yang tidak perlu memenuhi ruang simpan saya.

Dan Mecha ringkas. Mirip Kirby, tapi lebih ringkas lagi. Tahu berapa ukuran instalasi Mecha beserta semua data saya di dalamnya? Cuma ~10 MB. Bayangkan! Padahal data saya banyak lho, hanya tidak kelihatan.

Cinta Karya Anak Bangsa

Mecha ini buatan anak bangsa. Orang Sumpiuh, namanya Mas Taufik Nurrohman. Kenalan saya di dunia per-blog-an sejak tahun 2013 via grup Facebook narablog berkonsep blogazine.

Saya senang sekali waktu itu ketika Mas Taufik merilis ke publik CMS yang awalnya beliau buat dan gunakan sendiri untuk blog pribadinya. Saya sebenarnya pernah memakai Mecha di blog ini dari awal rilisnya tahun 2014 sampai 2016. Akan tetapi setelah itu Mecha melakukan cukup banyak perombakan yang waktu itu belum bisa saya ikuti dengan baik sehingga saya memutuskan untuk beralih ke Kirby sementara waktu.

Dan kemarin, Mas Taufik akhirnya benar-benar memakai Mecha di blog utamanya. Ini memotivasi saya. Mungkin Mecha memang belum sempurna. Tapi saya yakin, Mecha bisa berkembang dengan baik ke depannya.

Oke, inilah saatnya untuk kembali memakai Mecha! 👌

Untuk Anda yang mungkin sebelumnya melanggan blog ini, ada sedikit catatan di halaman Tentang.


3 Komentar

  • Taufik Nurrohman

    Fitur komentar bawaan, meskipun stabil tapi sempat jadi kendala ketika sudah mencapai data beratus-ratus. Kalau dibuka di panel kontrol misalnya, untuk menampilkannya sebagai lis komentar terbaru, butuh waktu bermenit-menit. Mungkin kejadian cuma di peladen lokal saja. Saya belum sempat coba di jarak jauh sih. Masih mencoba bereksperimen dengan generator.

    • Salim

      Belum pernah nyoba benchmarking mandiri juga sih buat Mecha, termasuk Kirby dulu.

      Kalau notifikasi di DTE itu Mas, berarti pakai berkas tampungan sementara ya?

      Sama listing artikel di kategori Teknis DTE itu apakah ada perlakuan khusus Mas, melihat banyak halamannya sudah sampai 116 dan sepertinya performanya oke-oke saja?

      • Taufik Nurrohman

        Makannya Saya bilang kalau di lokal itu lambat. Kalau kata orang sih itu karena komputer yang kita pakai dengan komputer untuk server itu beda.

        Kalau notifikasi di DTE itu Mas, berarti pakai berkas tampungan sementara ya?

        Nggak mas. Itu ngelis pakai g() biasa, terus hasilnya diurut berdasar filemtime(). Makannya Saya heran kok bisa kalau di versi daring jadi cepat.