Menghirup Kabut

jurnal

Kabut

Aku tidak menolak saat kenangan-kenangan ini muncul. Aku tidak memungkiri bahwa alam bisa membawa ingatan itu kapan saja. Aku tidak memungkiri bahwa alam bawah sadarku masih menyimpannya. Dia terkadang hadir saat aku berpetualang di alam mimpi.

Sekarang hujan. Aku menertawai diriku sendiri karena ternyata perkataan orang-orang itu ada benarnya juga: “hujan itu, 1% air dan 99% kenangan”. Saat kenangan-kenangan ini muncul, rasanya seperti menghirup kabut di pagi yang dingin. Segar, memekarkan semangat.