Sungguh Mengecewakan

Begini ceritanya, 4 Maret 2013. Hari di mana sedang ada tes ujian, sebuah mata pelajaran. Dari rumah saya berangkat dengan tergesa-gesa dengan rasa khawatir yang sungguh besar, khawatir jika tidak dapat sampai tepat waktu. Itu artinya jika saya terlambat maka saya rugi kehilangan waktu mengerjakan soal. Mungkin untuk sebagian orang tak masalah. Tapi nyatanya, saya ini seorang yang tidak terlalu cepat dan kurang teliti dalam mengerjakan soal.

Sampai juga saya di ruang ujian dengan selisih waktu amat sedikit terhadap waktu dimulainya ujian. Tidak ada waktu bagi saya untuk sekedar menghela nafas melepas lelah yang membuntuti sejak di perjalanan tadi. Begitu masuk ruangan ujian nampak sedikit ada yang tidak beres. Benar saja, biasanya kami diberi pinjaman sebuah papan ujian untuk satu orang. Lain dari hari ini. Tak ada satupun saya lihat papan yang tergeletak di meja pengawas. Biasanya setumpuk tinggi papan ujian telah disediakan.

Saya bergumam dalam hati, seandainya benar-benar tidak ada papan ujian. Dengan kondisi meja yang bolong-bolong begitu, saya khawatir jika nanti LJK ikut rusak akibat hujaman pensil yang beralaskan meja dengan kondisi seperti itu.

Benar saja. Benar-benar papan ujian yang kami biasa dipinjami sekarang raib dari penglihatan kami semua. Kekecewaan dengan pengawas ujian yang tak mau peduli dengan peserta ujian yang semestinya menjadi tanggung jawabnya, sungguh mengecewakan. Acuh tak acuh saja. Dengan kesabaran hati, mengingat sebentar lagi akan ada UN, kami tak perlu banyak rasa marah kepada orang lain. Namun, apa boleh buat. Rasa jengkel terus menyelimuti sampai ujian berlalu. Untungnya tak ada kendala pikir saya.

Mungkin Anda membaca tulisan ini menganggapnya sebagai hal sepele. Namun, dengan hal yang sepele ini dapat menjurus ke hal-hal yang amat sangat fatal.

Ketahuilah, bahwa UN tahun 2013 ini menggunakan LJK yang jadi satu dengan soal. Jadi apabila soal cacat, harus ganti sekaligus dengan lembar jawabnya. Itu saja belum dijamin sama satu paket dengan sebelumnya.

Namun, semoga kebijakan yang menurut saya terlalu mengekang peserta ujian ini dapat saya lalui dengan lancar. UN sukses dengan nilai maksimal. Aamiin..

Mohon doa restu dari semua yang membaca ini…

⚑ Tanggapan